tulisan yang tak kunjung sampai
pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati
ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sela - sela jari
malamku kadang tertabur pelukmu, tak jarang ia dicekik segala pelik kasihmu
kekasih, jika percakapan kala itu abadikan bisu kelu
aku enggan pergi hanya untuk menarik kembali sorot matamu yang mukhlis
"cinta akan terus berusaha, sampaikan saja"
tapi bagaimana mungkin jika kali ini sudah sejauh matahari?
tertinggal penuh cacian, makian, bahkan seruan tanda tanya
tidak kekasih, aku hanya mengenang banyak hangat sebelum tulisanku adalah luka, banyak sedihnya
segala ingatan hanya menjadi ingatan
ia akan tetap tumbuh di laci lemari, rel kereta api, dan bahkan sela - sela jari
segala ingatan mengalir pada rumah abadi, menuju kegelapan.