Wednesday, April 20, 2022

tulisan yang tak kunjung sampai


pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati

ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sela - sela jari

malamku kadang tertabur pelukmu, tak jarang ia dicekik segala pelik kasihmu

kekasih, jika percakapan kala itu abadikan bisu kelu

aku enggan pergi hanya untuk menarik kembali sorot matamu yang mukhlis

"cinta akan terus berusaha, sampaikan saja"

tapi bagaimana mungkin jika kali ini sudah sejauh matahari?


tertinggal penuh cacian, makian, bahkan seruan tanda tanya 

tidak kekasih, aku hanya mengenang banyak hangat sebelum tulisanku adalah luka, banyak sedihnya

segala ingatan hanya menjadi ingatan

ia akan tetap tumbuh di laci lemari, rel kereta api, dan bahkan sela - sela jari

segala ingatan mengalir pada rumah abadi, menuju kegelapan.








Wednesday, February 9, 2022

arah

pada arah, aku kini menghindari banyak darah

pada langkah, aku pun hindari salah arah

karena katamu "kau ini mudah tersesat, biar aku saja."

nyala pada lampu, kehangatanku

nyatanya masih kurang untukmu

jadi aku pergi dulu

dan padamu, selesaikan sebelum timbul air mata baru


pekat pagi

tidak perlu repot mengunjungi

karena aku lebih banyak berpindah-pindah

tidak perlu risau kepalamu memikirkanku

lagipula pergiku adalah perayaanmu

aku pernah menjadi yang bahagia

sebelum sudahnya menjadi luka-luka

aku pernah menjadi banyak warna

sebelum akhirnya yang paling sirna

pukul dua mu bagaimana?

semoga aman dalam pelukan entah siapa


2022

Tuesday, February 8, 2022

hijau

ku lautkan luka ku 

biar ia bebas sendirian

diasuh karang

ditikai asin ombak,

          kini selesai bencana itu ku buat.


tinta doa.



kangen


kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku

menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

kau tak akan mengerti segala lukaku

kerna cinta telah sembunyikan pisaunya

membayangkan wajahmu adalah siksa.

kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

engkau telah menjadi racun bagi darahku.

apabila aku dalam kangen dan sepi

itulah berarti

aku tungku tanpa api.

W.S Rendra

Sunday, February 6, 2022

nampak biasa, seharusnya

kepergian dan ketidakpedulian

keduanya nampak biasa, seharusnya

bahwa kemurnian hati bak elang yang bebas pergi 

dan serupa angin yang menciptakan indahnya ombak lautan 

sulit dipahami, tidak terlihat,

keduanya tenang, bukan?

jika kepergian sudah biasa 

mengapa harus membekaskan luka-luka? 



Februari 2022





Sunday, January 16, 2022

goresan

aku masih berlumuran darah

celakaku masih hangat dibicarakan

aku disambut beberapa luka kemarin

oh, banyak.

bolehkah aku beristirahat sejenak, sendiri?

kain ku cukup untuk membalut luka,

tenang saja.

aku enggan mengusap darah di kain orang lain

menyembuhkanku membuang waktumu,

menyakitimu.

aku tak apa sendiri

aku akan bereskan 

sampai ini kering

kau hati-hati ya

Purwokerto, 16 Januari 22



Tuesday, January 11, 2022

abadi

terbaca begitu mudah gelagat jahat

ditebak begitu benar lidah tajam

terekam kuat di ingatan

lakukan saja, teruskan tidak apa-apa

Tuhan Maha Pengampun, bukan?

tenang saja, akupun begitu

tenang saja, perbuatanmu tidak abadi di dendamku

hanya abadi dalam tulisan dari pena malamku.


00:00

berwarna

barangkali pemakluman adalah salah satu cara
atau barangkali khawatir membuat bertahan
atau, atau, atau sedihku menghibur pilumu
atau bahkan ceritaku lucu untuk pukul tigamu
di sini aku ahli berpura-pura tidak peduli
sedangkan engkau ahli berpura-pura mencintai

semuanya berbuah tanda tanya
di tengah-tengah sangat menyala
sebentar saja katamu agar bisa berwarna
disini aku ahli berpura-pura tidak peduli
sedangkan engkau ahli berpura-pura mencintai
bolehkah lepaskan aku agar cepat kita sudahi?

23:49


unnecessary

seminggu ada, setahun pergi 

kerja katanya

tapi ibunya selalu menangis

ucapnya tidak sedih, hanya terkena aroma bawang

kewalahan menggendong anaknya,

lalu kemudian ikut pergi

tanpa penutupan adalah penutupan, bukan?

ssstt.. sudah - sudah, bergunjing itu tidak baik.



kamar mandi

lirih tangis di bawah jendela

menikam pekat pukul dua

pikiran riuh, berisik, pasar malam, kereta api, petir

gelap, semu cahaya kamar mandi

kehausan meneguk racun serangga

setelah bertahun - tahun akhirnya berani juga.


Surakarta, 31 Desember 2021

tulisan yang tak kunjung sampai pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sel...