Wednesday, February 9, 2022

arah

pada arah, aku kini menghindari banyak darah

pada langkah, aku pun hindari salah arah

karena katamu "kau ini mudah tersesat, biar aku saja."

nyala pada lampu, kehangatanku

nyatanya masih kurang untukmu

jadi aku pergi dulu

dan padamu, selesaikan sebelum timbul air mata baru


No comments:

Post a Comment

tulisan yang tak kunjung sampai pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sel...