Wednesday, April 20, 2022

tulisan yang tak kunjung sampai


pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati

ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sela - sela jari

malamku kadang tertabur pelukmu, tak jarang ia dicekik segala pelik kasihmu

kekasih, jika percakapan kala itu abadikan bisu kelu

aku enggan pergi hanya untuk menarik kembali sorot matamu yang mukhlis

"cinta akan terus berusaha, sampaikan saja"

tapi bagaimana mungkin jika kali ini sudah sejauh matahari?


tertinggal penuh cacian, makian, bahkan seruan tanda tanya 

tidak kekasih, aku hanya mengenang banyak hangat sebelum tulisanku adalah luka, banyak sedihnya

segala ingatan hanya menjadi ingatan

ia akan tetap tumbuh di laci lemari, rel kereta api, dan bahkan sela - sela jari

segala ingatan mengalir pada rumah abadi, menuju kegelapan.








No comments:

Post a Comment

tulisan yang tak kunjung sampai pandangku kabur di ingatan yang tak kunjung mati ia penuh dalam laci lemari, rel kereta api, atau bahkan sel...